This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Senin, 30 Januari 2017
Open Again
Selasa, 05 Februari 2013
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan
Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno m←nagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang untuk mencapai tujuan organisasi.
Sementara itu, Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) efektif dan efesien.
Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal; dalam berbagai bidang seperti industri, pendidikan, kesehatan, bisnis, finansial dan sebagainya. Dengan kata lain efektif menyangkut tujuan dan efisien menyangkut cara dan lamanya suatu proses mencapai tujuan tersebut.
B. Pengertian Supervisi
Secara morfologis, Supervisi berasal dari dua kata bahasa Inggris, yaitu super dan vision. Super berarti diatas dan vision berarti melihat, masih serumpun dengan inspeksi, pemeriksaan dan pengawasan, dan penilikan, dalam arti kegiatan yang dilakukan oleh atasan - orang yang berposisi diatas, pimpinan - terhadap hal-hal yang ada dibawahnya. Supervisi juga merupakan kegiatan pengawasan tetapi sifatnya lebih human, manusiawi. Kegiatan supervise bukan mencari-cari kesalahan tetapi lebih banyak mengandung unsur pembinnaan, agar kondisi pekerjaan yang sedang disupervisi dapat diketahui kekurangannya (bukan semata - mata kesalahannya) untuk dapat diberitahu bagian yang perlu diperbaiki
Secara sematik, Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya.
Secara Etimologi, supervisi diambil dalam perkataan bahasa Inggris " Supervision" artinya pengawasan di bidang pendidikan. Orang yang melakukan supervisi disebut supervisor.
2.1 Pengertian Supervisi Menurut Para Ahli
a. Good Carter
Memberi pengertian supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas lainnya, dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulir, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru dan merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran, dan metode mengajar dan evaluasi pengajaran. God Carter melihatnya sebagai usaha memimpin guru-guru dalam jabatan mengajar,
b. Boardman
Menyebutkan Supervisi adalah salah satu usaha menstimulir, mengkoordinir dan membimbing secarr kontinyu pertumbuhan guru-guru di sekolah baik secara individual maupun secara kolektif, agar lebih mengerti dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran dengan demikian mereka dapat menstmulir dan membimbing pertumbuan tiap-tiap murid secara kontinyu, serta mampu dan lebih cakap berpartsipasi dlm masyarakat demokrasi modern. Boardman. Melihat supervisi sebagai lebih sanggup berpartisipasi dlm masyarakat modern.
c. Wilem Mantja (2007)
Mengatakan bahwa, supervisi diartikan sebagai kegiatan supervisor (jabatan resmi) yang dilakukan untuk perbaikan proses belajar mengajar (PBM). Ada dua tujuan (tujuan ganda) yang harus diwujudkan oleh supervisi, yaitu; perbaikan (guru murid) dan peningkatan mutu pendidikan. Willem Mantja memandang supervisi sebagai kegiatan untuk perbaikan (gurumurid) dan peningkatan mutu pendidikan
d. Kimball Wiles (1967)
Konsep supervisi modern dirumuskan sebagai berikut : "Supervision is assistance in the development of a better teaching learning situation". Kimball Wiles beranggapan bahwa faktor manusia yg memiliki kecakapan (skill) sangat penting untuk menciptakan suasana belajarmengajar yg lebih baik.
e. Mulyasa (2006)
supervisi sesungguhnya dapat dilaksanakan oleh kepala sekolah yang berperan sebagai supervisor, tetapi dalam sistem organisasi modern diperlukan supervisor khusus yang lebih independent, dan dapat meningkatkan obyektivitas dalam pembinaan dan pelaksanaan tugas.
f. Ross L (2980)
mendefinisikan bahwa supervisi adalah pelayanan kapada guru-guru yang bertujuan menghasilkan perbaikan pengajaran, pembelajaran dan kurikulum. Ross L memandang supervisi sebagai pelayanan kapada guru - guru yang bertujuan menghasilkan perbaikan.
g. Purwanto (1987)
Supervisi ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif.
Kegiatan supervisi dahulu banyak dilakukan adalah Inspeksi, pemeriksaan, pengawasan atau penilikan. Supervisi masih serumpun dengan inspeksi, pemeriksaan dan pengawasan, dan penilikan, dalam arti kegiatan yang dilakukan oleh atasan -orang yang berposisi diatas, pimpinan-- terhadap hal-hal yang ada dibawahnya. Inspeksi : inspectie (belanda) yang artinya memeriksa dalam arti melihat untuk mencari kesalahan. Orang yang menginsipeksi disebut inspektur. Inspektur dalam hal ini mengadakan :
1. Controlling : memeriksa apakah semuanya dijalankan sebagaimana mestinya
2. Correcting : memeriksa apakah semuanya sesuai dengan apa yang telah ditetapkan/digariskan
3. Judging : mengandili dalam arti memberikan penilaian atau keputusan sepihak
4. Directing : pengarahan, menentukan ketetapan/garis
5. Demonstration : memperlihatkan bagaimana mengajar yang baik
C. Manajemen Supervisi
C.1 Tujuan Supervisi Pendidikan
Supervisi yang baik akan menghasilkan pola kinerja yang baik, jika supervise dilakukan dengan cara dan metode yang benar pula, tentu ini menuntut pengetahuan yang benar pula bagi para supervisi dalam melaksanakan tugasnya.
1. Tujuan Umum Supervisi pendidikan
a) Berdasarkan Tujuan Umum Pendidikan
Membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia "dewasa" yang sanggup berdiri sendiri.
b) Berdasarkan Tujuan Pendidikan Nasional
Yaitu membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia-manusia pembangunan yang dewasa dan pancasilais.
c) Berdasarkan Tujuan Supervisi sendiri
Agar tercapai perbaikan situasi pendidikan dan pengajaran pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar pada khususnya.
2. Tujuan Khusus Supervisi Pendidikan
Meliputi :
a) Membantu guru-guru untuk lebih memahami tujuan yang sebenarnya dari pendidikan dan perencanaan sekolah dalam usaha mencapai tujuannya.
b) Membantu guru-guru untuk dapat lebih menyadari dan memahami kebutuhan-kebutuhan dan kesulitan-kesulitan murid dan menolong mereka untuk mengatasinya.
c) Memperbesar kesanggupan guru-guru untuk memperlengkapi dan mempersiapkan murid-muridnya menjadi anggota masyrakat yang efektif.
d) Membantu guru-guru mengadakan diagnose secara kritis aktivitas-aktivitasnya, serta kesulitan- kesulitan mengajar dan belajar murid-muridnya, dan menolong mereka merencanakan perbaikan.
e) Membantu guru-guru untuk dapat menilai aktivitas-aktivasnya dalam rangka tujuan perkembangan anak didiknya.
f) Memperbesar kesadaran guru-guru terhadap tata kerja yang demokratis dan guru dapat mempelajari bersama catatan-catatan tentang kemajuan murid guna menilai keefektivan program yang disusun.
g) Memperbesar ambisi guru-guru untuk meningkatkan mutu karyanya secara maksimal dalam bidang profesi (keahlianya).
h) Membantu guru-guru untuk dapat lebih memamfaatkan pengalaman-pengalamannya sendiri.
i) Membantu untuk lebih mempopulerkan sekolah kepada masyarkat agar bertambah simpati dan kesedian masyarakat untuk menyokong sekolah.
j) Memperkenalkan guru-guru atau karyawan baru kepada situasi sekolah profesinya.
k) Melindungi guru-guru dan karyawan terhadap tuntutan-tuntutan yang tak wajar dan kritik-kritik yang tak sehat dari masyarkat.
l) Mengembangkan "profesionalisme esprit e corps" guru-guru.
C. 2 Prinsip-prinsip Supervisi Pendidikan
Dalam melaksanakan tugasnya kepala sekolah sebagai supervisor hendaknya bertumpu pada prinsip-prinsip supervisi. Menurut E. Mulyasa prinsip-prinsip supervisi antara lain:
1. hubungan konsultatif, kolegial dan bukan hirarkis,
2. dilaksanakan secara demokratis,
3. berpusat pada tenaga kependidikan (guru),
4. dilakukan berdasarkan kebutuhan tenaga kependidikan (guru),
5. merupakan bantuan profesional
Dalam buku Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan karangan Piet A. Sahertian mengemukakan prinsip supervisi antara lain :
1. Prinsip ilmiah (scientific), prinsip ini mengandung ciri-ciri sebagai berikut:
a) Kegiatan supervisi dilaksanakan berdasarkan data objektif yang diperoleh dalam kenyataan pelaksanaan proses belajar mengajar.
b) Untuk memperoleh data perlu diterapkan alat perekam data, seperti angket, observasi, percakapan pribadi, dan seterusnya.
c) Setiap kegiatan supervisi dilaksanakan secara sistematis, berencana dan kontinu.
2. Prinsip Demokratis
Layanan dan bantuan yang diberikan kepada guru berdasarkan hubungan kemanusiaan yang akrab dan kehangatan sehingga guru-guru merasa aman untuk mengembangkan tugasnya.
3. Prinsip kerjasama
Mengembangkan usaha bersama atau menurut istilah supervisi 'sharing of idea, sharing of experience', memberi support mendorong, menstimulasi guru, sehingga mereka merasa tumbuh bersama.
4. Prinsip konstruktif dan kreatif
Setiap guru akan merasa termotivasi dalam mengembangkan potensi kreativitas kalau supervisi mampu mencipakan suasana kerja yang menyenangkan, bukan melalui cara-cara yang menakutkan.
Sedangkan Oteng Sutisna mengemukakan prinsip dalam pelaksanaan kegiatan supervisi, yaitu:
1. Supervisi merupakan bagian integral dari program pendidikan yang bersifat kooperatif dan mengikutsertakan
2. Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan supervisi
3. Supervisi hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah
4. Supervisi hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dari sasaran-sasaran pendidikan
5. Supervisi hendaknya membantu memperbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolah
6. Tanggung jawab bagi pengembangan program supervisi berada pada kepala sekolah bagi sekolahnya.
7. Efektivitas program supervisi hendaknya dinilai secara periodik.
Dengan demikian prinsip supervisi merupakan bagian yang sangat penting untuk dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan supervisi. Dalam pelaksanaan prinsip supervisi sangat terlihat dari peran kepala sekolah sebagai supervisor atau pengawas internal bagi sekolahnya dalam memajukan dan mengembangkan sekolahnya, sehingga dengan adanya pedoman.prinsip supervisi kepala sekolah diharapkan memberikan pelayanan yang baik tanpa ada pemaksaan kepada guru-guru atau personal.
D. Fungsi tekhnik dalam supervisi
Secara garis besar teknik supervisi dibedakan menjadi dua bagian, yaitu: teknik perseorangan dan teknik kelompok.
a. Tekhnik Perseorangan
Yang dimaksud teknik persorangan ialah supervisi yang dilakukan secara perseorangan, beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain:
1. Mengadakan kunjungan kelas (classroom visitation), Kepala sekolah datang ke kelas untuk mengobservasi bagaimana guru mengajar. Dengan kata lain, untuk melihat apa kekurangan atau kelemahan yang sekirannya perlu diperbaiki.
2. Mengadakan kunjungan observasi (observation visits), Guru-guru ditugaskan untuk mengamati seorang guru yang sedang mendemonstrasikan cara-cara mengajar suatu mata pelajaran tertentu. Kunjungan observasi dapat dilakukan di sekolah sendiri atau dengan mengadakan kunjungan ke sekolah lain.
3. Membimbing guru tentang cara-cara mempelajari pribadi siswa atau mengatasi problema yang dialami siswa.
4. Membimbing guru dalam hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum sekolah, antara lain: menyusun program semester, membuat program satuan pelajaran, mengorganisasi kegiatan pengelolaan kelas, melaksanakan teknik-teknik evaluasi pembelajaran, menggunakan media dan sumber dalam proses belajar mengajar, dan mengorganisasi kegiatan siswa dalam bidang ekstrakurikuler.
b. Tekhnik Kelompok
Teknik kelompok ialah supervisi yang dilakukan secara kelompok, beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Mengadakan pertemuan atau rapat (meeting), Seorang kepala sekolah menjalankan tugasnya berdasarkan rencana yang telah disusun. Termsuk mengadakan rapat-rapat secara periodik dengan guru-guru, dalam hal ini rapat-rapat yang diadakan dalam rangka kegiatan supervisi.
2. Mengadakan diskusi kelompok (group discussions), Diskusi kelompok dapat diadakan dengan membentuk kelompok-kelompok guru bidang studi sejenis. Di dalam setiap diskusi, supervisor atau kepala sekolah memberikan pengarahan, bimbingan, nasihat-nasihat dan saran-saran yang diperlukan.
3. Mengadakan penataran-penataran (inservice-training), Teknik ini dilakukan melalui penataran-penataran, misalnya penataran untuk guru bidang studi tertentu. Mengingat bahwa penataran pada umumnya diselenggarakan oleh pusat atau wilayah, maka tugas kepala sekolah adalah mengelola dan membimbing pelaksanaan tindak lanjut (follow-up) dari hasil penataran.
E. Kunjungan kelas sebagai tekhnik supervisi
Perkunjungan kelas ini berfungsi sebagai alat untuk mendorong guru agar meningkatkan cara mengajar guru dan cara belajar siswa. Perkunjungan ini dapat member kesempatan guru-guru untuk mengungkapkan pengalamannya sekaligus sebagai usaha untuk memberikan rasa mampu kepada guru-guru, karena guru dapat belajar dan memperoleh pengertian secara moral bagi pertumbuhan keduanya. Perkunjungan kelas bertujuan untuk memperoleh data mengenai keadaan sebenarnya selama guru mengajar. Dengan data itu supervisior dapat berbincang dengan guru tentang kesulitan yang dihadapi guru-guru. pada kesempatan itu guru-guru dapat mengemukakan pengalaman-pengalaman yang berhasil dan hambatan-hambatan yang dihadapi serta meminta bantuan, dorongan dan mengikutsertakan.
Ada 3 macam bentuk perkunjungan kelas antara lain :
1. Perkunjungan tanpa diberitahu (unannouncel visitation). Supervise datang secara tiba-tiba tanpa diberi tahu terlebih dahulu.
2. Perkunjungan dengan cara memberitahu terlebih dahulu (annauncet visitat) biasanya telah supervaisor telah memberikan jadwal perkunjungan sehingga pada hari dan jam berapa ia akan di kunjungi.
3. Perkunjungan atas undangan guru (visit upon intitation). Perkunjungan seperti ini akan lebih baik, oleh karena itu guru akan punya usaha dan motivasi untuk mempersiapkan diri dan membuka diri agar dia dapat memperoleh balikan pengalaman baru dari hal perjumpaannya dengan supervise.
F. Pertemuan pribadi dalam rangka supervisi
Percakapan pribadi ( individual comperence ) antara seorang supervaisor dengan seorang guru, dalam percakapan tersebut kedua-duanya berusaha berjuang dalam pengertian tentang mengajar yang baik, yang dipercayakan adalah usaha-usaha untuk memecahkan problem-problem yang dihadapi oleh guru dalam mengajar.
G. Rapat staff
Rapat staf dapat dilakukan untuk mencapai tujuan dari lembaga pendidikan, adapun macam-macam rapat staf, yaitu menurut tingkatannya waktu dan menurut bentuknya, rapat biasanya dilakukan antara kepala sekolah, staf tata usaha, pengawasannya (guru) dan staf komite.
H. Tekhnik-tekhnik peningkatan
Profesionalisme menjadi tuntutan dari setiap pekerjaan,apalagi profesi guru sehari-hari menangani benda hidup yang berupa anak-anak atau siswa dengan berbagai karakteristik yang masing-masing tidak sama. Pekerjaan sebagai guru menjadi berat tatkala menyangkut peningkatan kemampuan anak didik.
Guru yang professional adalah mereka yang memiliki kemampuan professional dengan berbagai kapasitasnya sebagai pendidik. Study yang dilakukan Ace Suryani menuunjukkan bahwa guru yang bermutu dapat diukur dengan lima indkator yaitu
1. Kemampuan professional (professional capacity), sebagaimana terukur diijazah, jenjang pendidikan, jabatan, dan golongan, serta pelatihan.
2. Upaya professional (professional efforts), sebagaimana terukur dari kegiatan mengajar, pengabdian dan penelitian.
3. Waktu yang dicurahkan untuk kegiatan professional ( teacher's time), sebagai terukur dari masa jabatan, pengalaman mengajar, serta lainnya.
4. Kesesuaian antara keahlian dan pekerjaannya ( link and match), sebagaimana terukur dari mata pelajaran yang diambilnya, apakah telah sesuai dengan spesialisasinya atau tidak.
5. Tingkat kesejahteraan (prosperiousity), sebagaimana terukur dari sukses, upah, honor, atau penghasilan rutinnya. Tingkat kesejahteraan yang rendah bisa mendorong seorang pendidik untuk melakukan pekerjaan sambilan, dan bilamana kerja sama itu sukses, bisa jadi profesi mengajarnya berubah menjadi sambilan.
I. Peranan supervisi
Seorang supervisior dapat dilihat dari tugas yang dikerjakannya. Seorang pemimpin pendidikan yang berfungsi sebagai supervisor tampak jelas perannya. Sesuai dengan pengertian hakiki supervisi, maka supervisi berperan atau bertugas memberi support (supporting), membantu (assisting) dan mengikutsertakan (sharing).
Selain itu, seorang supervisior bertugas sebagai:
- Koordinator.
- Konsultan.
- Pemimpin Kelompok.
- Evaluator .
Tugas lain bagi seorang supervisi atau pengawas akademik, yakni mencakup hal-hal berikut:
1. Mengupayakan agar guru lebih bersungguh-sungguh dan bekerja lebih keras serta bersemangat dalam mengajar.
2. Mengupayakan agar sistem pengajaran ditata sedemikian rupa sehingga berlaku prinsip belajar tuntas, yaitu guru harus berupaya agar murid benar-benar menguasai apa yang telah diajarkan dan tidak begitu saja melanjutkan pengajaran ke tingkat yang lebih tinggi jika murid belum tuntas penguasaannya.
3. Memberikan tekanan (pressure) terhadap guru untuk mencapai tujuan pengajarannya, dengan disertai bantuan (support) yang memadai bagi keberhasilan tugasnya.
4. Membuat kesepakatan dengan guru maupun dengan sekolah mengenai jenis dan tingkatan dari target output yang harus mereka capai sehubungan dengan keberhasilan pengajaran.
5. Secara berkala melakukan pemantauan dan penilaian (assessment) terhdap keberhasilan (efektifitas) mengajar guru, khususnya dalam kaitannya dengan kesepakatan yang dibuat pada butir (4) di atas.
6. Membuat persiapan dan perencanaan kerja dalam rangka pelaksanaan butir-butir di atas, menyusun dokumentasi dan laporan bagi setiap kegiatan, serta mengembangkan sistem pengelolaan data hasil pengawasan.
7. Melakukan koordinasi serta membuat kesepakatan-kesepakatan yang diperlukan dengan kepala sekolah, khususnya dalam hal yang berkenaan dengan pemantauan dan pengendalian efektifitas pengajaran serta hal yang berkenaan dengan akreditas sekolah yang bersangkutan.
J. Supervisor Sebagai Pemimpin
ia dapat memimpin sejumlah staf guru dalm mengembangkan potensi kelompok, pada saat mengembangkan kurikulum, materi pelajaran dan kebutuhan profesional guru-guru secara bersama. Sebagai pemimpin kelompok ia dapat mengembangkan keterampilan dan kiat-kiat dalam bekerja untuk kelompok (working for the group ) bekerja dengan kelompok (working with the group ) dan bekerja melalui kelompok (working through the group ).
K. Supervisor Sebagai Evaluator
ia dapat membantu guru-guru dalam menilai hasil dan proses belajar, dapat menilai kurikulum yang sedang dikembangkan. Ia juga belajar menatap dirinya sendiri ia dibantu dalam merefleksikan dirinya, yaitu konsep dirinya (self concept) ide/cita-cita dirinya, (self idea ), realitas dirinya (self reality). P.Wiggens 1965 misalnya, d akhir semester ia dapat mengadakan.
L. Supervisor Sebagai Pembina
ia dapat mengkoordinasi program belajar mengajar ,tugas -tugas anggota staf sebagai kegaiatan yang berbeda-beda diantara guru.contohnya konkret mengkoordinasi tugas belajar suatu mata pelajaran oleh berbagai guru.
M. Supervisor Sebagai Komunikator
Ia dapat memberi bantuan bersama, mengkonsultasikan masalah yang dialami guru baik secara individual maupun kelompok.misalnya kesulitan dalam mengatasi anak yang sulit belajar,yang menyebabkan guru sendiri sulit mengatasi dalam tahap belajar. Evaluasi diri sendiri dengan memperoleh umpan balik dari setiap peserta didik yang dapat dipakai sebagai bahan untuk memperbaiki dan meningkat kan diri.
Yang harus diubah ialah unjuk kerja para pembina pendidikan (supervisor) yang memakai pola lama dan kebiasaan memberi pengarahan .dala iklim demokrasi ,harus ada reformasi unjuk kerja para pembina pendidikan seperti yang diungkap kan oleh Kimball Wiles (1955 ).ia menegaskan peranan severvisor ialah menbantu memberi support dan mengikut serta kan ,bukan mengarahkan terus -menerus .kalau mengarahkan terus-menerus maka tidak demokratis ,juga tidak memberi kesempatan untuk guru-guru belajar berdiri sendiri (otonom ) dalam arti profesional .guru tidak diberi kesempatan untuk berdiri sendiri atas tanggung jawab nya sendiri .pada hal ciri-ciri dari guru profesional ialah guru yang memiliki otonomi dalam arti bebas mengembangkan diri sendiri atas kesadaranya sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
(James A.F Stoner, Management, Prentice/ Hall International, Inc., Englewood Cliffs, New York, 1982, halaman 8). http://attarperdana.blogspot.com diunduh 3 februari 2013
http://www.sarjanaku.com/2011/05/supervisi-pendidikan.html. diupload 3 februari 2013
Arikunto, Suharsimi.2009. Manajemen Pendidikan. Yogyakarta : Aditya Media.
Pidarta, Made. Manajemen Pendidikan di Indonesia. Jakarta: Bina Aksara.
Purwanto, Ngalim. 2005. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Selasa, 28 Agustus 2012
Senin, 05 Juli 2010
Hhhhhmmmmmm akhirnya aku denger untuk yang ke beberapa kalinya...! Ada sebuah pembicaraan yang membuat aku membuka mataku lebar-lebar (terbelalak) ya gimana enggak aku sebagai seorang muslim yang alhamdulillah sudah lumayan mengerti ilmu tentang islam yang sebenarnya dari Qur'an dan Sunnah rasul Nya dan mendengar perkataan itu.... jadi begini awal mula nya...
Yah aku secara ga sengaja mendengar perkataan dari beberapa orang yang berbicang-bincang, lalu karena memang sudah jam makan siang lalu salah seorang diantara mereka berkata: " Kita ga dapet makan siang nih..? udah jam makan siang, kita makan yuk....? "ajak salah seorang dari meraka". lalu mereka akhirnya merencanakan untuk makan dan membahas siapa yang akan mentraktir mereka, setelah semua nya deal siapa yang bayar dan mau makan apa akhirnya mereka bersiap-siap ingin berangkat, padahal beberapa orang ini belum melaksanakan shalat dzuhur nya sedangkan waktu itu sudah jam 13.00, diantara mereka berkata "eh aku belom shalat nih..!" lantas salah seorang diantara mereka pun menjawab :" udah kita makan siang aja dulu kan yang penting syahadat, terus baru shalat (mereka menganggap enteng ibadah shalat) lagian nanti ga konsentrasi perut laper lagi shalat terus ga khusyu' ". Duhhh aku yang mendengar ini ya ampun banyak banget sih alesan manusia untuk menomor dua kan ibadah shalat, apa mereka berfikiran bahwa shalat nomor dua lantas mereka menganggap nya nomor dua juga dan yang mereka fikirkan yang penting syahadat to'. Padahal Allah Subhanahuataalla berfirman :
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ (al-baqarah : 238)
| 238. Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa[152]. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'. |
| [152]. Shalat wusthaa ialah shalat yang di tengah-tengah dan yang paling utama. Ada yang berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan shalat wusthaa ialah shalat Ashar. Menurut kebanyakan ahli hadits, ayat ini menekankan agar semua shalat itu dikerjakan dengan sebaik-baiknya.
Dan Rasulullah salallahualaihi wasalam pun bersabda : ................ (hadits nyusul ) jadi sudah jelas kan bahwa shalat itu ibadah penting dan salah satu ibadah yang menghantarkan kita kepada syurga. Amiin Aku sih berfikiran positif kepada orang-orang yang masih beranggapan seperti itu bahwa memang meraka belum mempunyai ilmu nya tentang itu dan hanya Allah lah yang memberikan petunjuk kepada hamba Nya yang senantiasa memohon ampunan di waktu malam... dan semoga kita selalu diberikan hidayah petunjuk Nya untuk selalu melakukan apa yang diperintahkan Nya juga Rasul Nya dan mejauhi larangan Nya juga Rasul Nya.... Kranggan, 5 Juli 2010
|
Kamis, 01 Juli 2010
Siapa sih yang ga pernah berharap kehidupannya esok bisa lebih baik dari kemarin, aku pun sekarang berharap seperti itu... Yah mudah-mudahan besok adalah suatu yang bisa merubah kehidupan aku yang sekarang menjadi lebih baik dalam hal dunia.... Sebenernya untuk menghadapi hal besok itu jujur banget aku ga ngerasa percaya diri, dan rasa itu tiba-tiba aja muncul dari dalam diri aku yang membuat pemikiran-pemikiran jadi kacau bahkan pemikiran bahwa pasti nya kenyataan yang kita hadapi akan lebih buruk padahal itu cuma apa yang ada di pikiran kita aja dan kenyataan nya belum tentu terjadi seperti itu...
Disini aku punya kata ajaib yang bisa menyihir keadaan hati kita yang berfikiran terlalu jauh padahal belum tentu hal itu terjadi seperti apa yang kita fikirkan.... Sebenarnya kata ini mengadaptasi atau terinspirasi dari dari film india yang judul nya "3 Idiots", kata itu ialah "all is well" yang artinya semua akan baik-baik saja dan semuanya memang akan baik-baik saja sesuai dengan apa yang kita sangka dalam hati kita, karena sebenarnya yang takut atau pengecut dalam menghadapi suatu hal ialah hati kita dan hati kita itulah yang akan menyuruh otak kita untuk menjadikan apa yang kita fikirkan dan sebenarnya setiap kita merasakan suatu hal misalnya takut yang berlebihan, ngerasa ga percaya dengan diri sendiri, dan semua perasaan yang sebenernya ga pengen kita fikirin yang membuat kita nge-down dan bukannya malah give up.
Itu yang sekarang terjadi sama aku karena aku sangat ga percaya diri banget dalam menghadapi besok dan sekarang aku sadar bahwa semuanya itu hanya ketakutan dari hati aku yang harus aku kendalikan agar semuanya menjadi lebih terkendali. Dan aku ingin menanamkan kedalam hati aku untuk besok bahwa "all is well dress" semuanya akan baik-baik aja ko dresss .... dan ga akan terjadi apa yang lebih buruk sesuai sangkaan kita....
Spirit for tomorrow and the next...... ^^
Kranggan, 1 Juli 2010
Selasa, 30 Maret 2010
Eksperimen ini mempunyai satu maksud : Jika Anda percaya sesuatu itu tidak mungkin, pikiran Anda akan bekerja bagi Anda untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin. Akan tetapi jika Anda percaya, benar-benar percaya, sesuatu itu dapat dilakukan, pikiran Anda akan bekerja bagi Anda dan membantu Anda mencari jalan untuk melaksanakannya
Percaya sesuatu dapat dilakukan melicinkan jalan untuk solusi yang kreatif. Percaya sesuatu tidak dapat dilakukan adalah cara berpikir yang destruktif. Hal ini berlaku pada semua situasi, besar dan kecil. Para pemimpin politik yang tidak benar-benar percaya bahwa perdamaian dunia dapat dicapai akan gagal mencapainya karena pikiran mereka tertutup bagi cara-cara kreatif untuk menghasilkan perdamain. Ahli ekonomi yang percaya depresi bisnis tidak dapat dihindari, tidak akan mengembangkan cara-cara kreatif untuk mematahkan siklus bisnis tersebut.
Begitu pula Anda dapat menemukan cara-cara menyukai seseorang jika Anda percaya Anda dapat melakukannya. Anda dapat menemukan cara untuk membeli rumah baru yang lebih besar jika Anda percaya Anda dapat melakukannya. Kepercayaan melepaskan kekuatan kreatif. ketidakpercayaan menjadi rem bagi berpikir kreatif. Percayalah, dan Anda pun akan mulai berpikir secara konstruktif
Pikiran Anda akan Menciptakan Jalan Jika Anda Mengizinkannya
Sedikit lebih dari dua tahun yang lalu, seorang pemuda meminta saya menolongnya menemukan pekerjaan dengan masa depan yang lebih baik. ia saat itu bekerja sebagai juru tulis di bagian kredit. sebuah perusahaan yang melayani pesanan lewat pos, dan ia merasa bahwa ia tidak mengalami kemajuan sama sekali. Kami berbicara mengenai riwayat kerjanya dan apa yang ia ingin kerjakan. Sesudah mengetahui sesuatu tentang dirinya, saya berkata, "Saya sangat mengagumi Anda karena ingin menaiki jenjgan menuju pekerjaan yang lebih baik dengan tanggung jawab yang lebih besar. Akan tetapi untuk memulai dalam pekerjaan jenis yang anda inginkan mensyaratkan gelar profesional sekarang ini. Boleh saya sarankan Anda agar mengikuti kelas malam untuk mendapatkan gelar yang diperlukan, kemudian saya yakin Anda dapat memperoleh pekerjaan yang Anda inginkan dan dengan perusahaan yang Anda inginkan.
Bulan lalu dia lulus dalam ujian akhirnya dan bekerja sebagai management trainee untuk sebuah perusahaan besar. ia saat itu berusia dua puluh empat tahun, menikah dan mempunyai satu anak dan satu lagi menyusul. Akan tetapi ia berhasil meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia tetap dapat meluangkan waktu untuk belajar secara berhasil, dan ia memang berhasil.
Di mana ada kemauan di situ ada jalan
Percayalah sesuatu itu dapat dilakukan dan inilah dasar dari berfikir kreatif
diambil dari buku "Berpikir dan Berjiwa Besar, karya David J.Schwartz"
Rabu, 10 Maret 2010
Wanita penghuni syurga itu....
Penulis: Ummu Rumman Siti Fatimah Muraja’ah: ustadz Abu Salman
Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”
Aku menjawab, “Ya”
Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’
Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’
Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Betapa rindunya hati ini kepada surga-Nya yang begitu indah. Yang luasnya seluas langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah satu penghuni surga-Nya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berhasil meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan ia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni surga di kala nafasnya masih dihembuskan. Sedangkan jantungnya masih berdetak. Kakinya pun masih menapak di permukaan bumi.
Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas kepada muridnya, Atha bin Abi Rabah, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya” Ibnu Abbas berkata, “Wanita hitam itulah….dst”
Wahai saudariku, tidakkah engkau iri dengan kedudukan mulia yang berhasil diraih wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah gerangan amal yang mengantarkannya menjadi seorang wanita penghuni surga?
Apakah karena ia adalah wanita yang cantik jelita dan berparas elok? Ataukah karena ia wanita yang berkulit putih bak batu pualam?
Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam.
Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita. Kecuali kecantikan fisik yang digunakan dalam koridor yang syar’i. Yaitu yang hanya diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.
Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.
Bagaimanakah dengan wanita zaman sekarang yang sibuk memakai kosmetik ini-itu demi mendapatkan kulit yang putih tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khawatir akan segala hal yang bisa merusak kecantikkannya, tetapi tak khawatir bila iman dan hatinya yang bersih ternoda oleh noda-noda hitam kemaksiatan – semoga Allah Memberi mereka petunjuk -.
Kecantikan fisik bukanlah segalanya. Betapa banyak kecantikan fisik yang justru mengantarkan pemiliknya pada kemudahan dalam bermaksiat. Maka saudariku, seperti apapun rupamu, seperti apapun fisikmu, janganlah engkau merasa rendah diri. Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga. Cantikkanlah imanmu. Cantikkanlah hati dan akhlakmu.
Wahai saudariku, wanita hitam itu menderita penyakit ayan sehingga ia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meminta beliau agar berdoa kepada Allah untuk kesembuhannya. Seorang muslim boleh berusaha demi kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Asalkan cara yang dilakukannya tidak melanggar syariat. Salah satunya adalah dengan doa. Baik doa yang dipanjatkan sendiri, maupun meminta didoakan orang shalih yang masih hidup. Dan dalam hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki keistimewaan berupa doa-doanya yang dikabulkan oleh Allah.
Wanita itu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.”
Saudariku, penyakit ayan bukanlah penyakit yang ringan. Terlebih penyakit itu diderita oleh seorang wanita. Betapa besar rasa malu yang sering ditanggung para penderita penyakit ayan karena banyak anggota masyarakat yang masih menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang menjijikkan.
Tapi, lihatlah perkataannya. Apakah engkau lihat satu kata saja yang menunjukkan bahwa ia benci terhadap takdir yang menimpanya? Apakah ia mengeluhkan betapa menderitanya ia? Betapa malunya ia karena menderita penyakit ayan? Tidak, bukan itu yang ia keluhkan. Justru ia mengeluhkan auratnya yang tersingkap saat penyakitnya kambuh.
Subhanallah. Ia adalah seorang wanita yang sangat khawatir bila auratnya tersingkap. Ia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya dan ia berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, calon penghuni surga. Yaitu mempunyai sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang di saat sehat pun dengan rela hati membuka auratnya???
Saudariku, dalam hadits di atas terdapat pula dalil atas keutamaan sabar. Dan kesabaran merupakan salah satu sebab seseorang masuk ke dalam surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.” Wanita itu menjawab, “Aku pilih bersabar.”
Wanita itu lebih memilih bersabar walaupun harus menderita penyakit ayan agar bisa menjadi penghuni surga. Salah satu ciri wanita shalihah yang ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi cobaan dengan kesabaran yang baik.
Saudariku, terkadang seorang hamba tidak mampu mencapai kedudukan kedudukan mulia di sisi Allah dengan seluruh amalan perbuatannya. Maka, Allah akan terus memberikan cobaan kepada hamba tersebut dengan suatu hal yang tidak disukainya. Kemudian Allah Memberi kesabaran kepadanya untuk menghadapi cobaan tersebut. Sehingga, dengan kesabarannya dalam menghadapi cobaan, sang hamba mencapai kedudukan mulia yang sebelumnya ia tidak dapat mencapainya dengan amalannya.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menyabarkannya hingga mencapai kedudukan mulia yang datang kepadanya.” (HR. Imam Ahmad. Dan hadits ini terdapat dalam silsilah Al-Haadits Ash-shahihah 2599)
Maka, saat cobaan menimpa, berusahalah untuk bersabar. Kita berharap, dengan kesabaran kita dalam menghadapi cobaan Allah akan Mengampuni dosa-dosa kita dan mengangkat kita ke kedudukan mulia di sisi-Nya.
Lalu wanita itu melanjutkan perkataannya, “Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar auratnya tidak tersingkap. Wanita itu tetap menderita ayan akan tetapi auratnya tidak tersingkap.
Wahai saudariku, seorang wanita yang ingatannya sedang dalam keadaan tidak sadar, kemudian auratnya tak sengaja terbuka, maka tak ada dosa baginya. Karena hal ini di luar kemampuannya. Akan tetapi, lihatlah wanita tersebut. Bahkan di saat sakitnya, ia ingin auratnya tetap tertutup. Di saat ia sedang tak sadar disebabkan penyakitnya, ia ingin kehormatannya sebagai muslimah tetap terjaga. Bagaimana dengan wanita zaman sekarang yang secara sadar justru membuka auratnya dan sama sekali tak merasa malu bila ada lelaki yang melihatnya? Maka, masihkah tersisa kehormatannya sebagai seorang muslimah?
Saudariku, semoga kita bisa belajar dan mengambil manfaat dari wanita penghuni surga tersebut. Wallahu Ta’ala a’lam.
Marji’: Syarah Riyadhush Shalihin (terj). Jilid 1. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin. Cetakan ke-3. Penerbit Darul Falah. 2007 M.
Artikel muslimah.or.id
Penulis: Ummu Ziyad Fransiska Mustikawati dan Ummu Rumman Siti Fatimah Muroja’ah: Ust. Aris Munandar
Terheran-heran. Tapi itulah kenyataan. Seseorang yang mungkin dengan mudahnya – melepas jilbabnya dan merasa enjoy mempertontonkan kecantikannya. Entah dengan alasan apa, kepuasan pribadi, materi dunia, popularitas yang semuanya berujung pada satu hal, yaitu hawa nafsu yang tak terbelenggu. Padahal… nun di surga sana, terdapat makhluk yang begitu cantik yang belum pernah seorang pun melihat ada makhluk secantik itu. Dan mereka sangat pemalu dan terjaga sehingga kecantikan mereka hanya dinikmati oleh suami-suami mereka di surga. Berikut ini adalah kumpulan ayat dan hadits yang menceritakan tentang para bidadari surga.
Harumnya Bidadari
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sekiranya salah seorang bidadari surga datang ke dunia, pasti ia akan menyinari langit dan bumi dan memenuhi antara langit dan bumi dengan aroma yang harum semerbak. Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kecantikan Fisik
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rombongan yang pertama masuk surga adalah dengan wajah bercahaya bak rembulan di malam purnama. Rombongan berikutnya adalah dengan wajah bercahaya seperti bintang-bintang yang berkemilau di langit. Masing-masing orang di antara mereka mempunyai dua istri, dimana sumsum tulang betisnya kelihatan dari balik dagingnya. Di dalam surga nanti tidak ada bujangan.” (HR. Bukhari dan Muslim) ???????? ??????????????? ??????? ????? “Demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.” (Qs. Ad-Dukhan: 54) Abu Shuhaib al-Karami mengatakan, “Yang dimaksud dengan hur adalah bentuk jamak dari� haura, yaitu wanita muda yang cantik jelita dengan kulit yang putih dan dengan mata yang sangat hitam. Sedangkan arti ‘ain adalah wanita yang memiliki mata yang indah. Al-Hasan berpendapat bahwa haura adalah wanita yang memiliki mata dengan putih mata yang sangat putih dan hitam mata yang sangat hitam.
Sopan dan Pemalu
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati bidadari dengan “menundukkan pandangan” pada tiga tempat di Al-Qur’an, yaitu: “Di dalam surga, terdapat bidadari-bidadari-bidadari yang sopan, yang menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan? Seakan-akan biadadari itu permata yakut dan marjan.” (Qs. Ar-Rahman: 56-58) “Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya.” (Qs. Ash-Shaffat: 48) “Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.” Seluruh ahli tafsir sepakat bahwa pandangan para bidadari surgawi hanya tertuju untuk suami mereka, sehingga mereka tidak pernah melirik lelaki lain.
Putihnya Bidadari
Allah Ta’ala berfirman, “Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (Qs. ar-Rahman: 58) al-Hasan dan mayoritas ahli tafsir lainnya mengatakan bahwa yang dimaksudkan adalah bidadari-bidadari surga itu sebening yaqut dan seputih marjan. Allah juga menyatakan,“(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam kemah.” (Qs. Ar-Rahman: 72) Maksudnya mereka itu dipingit hanya diperuntukkan bagi para suami mereka, sedangkan orang lain tidak ada yang melihat dan tidak ada yang tahu. Mereka berada di dalam kemah. Baiklah…ini adalah sedikit gambaran yang Allah berikan tentang bidadari di surga. Karena bagaimanapun gambaran itu, maka manusia tidak akan bisa membayangkan sesuai rupa aslinya, karena sesuatu yang berada di surga adalah sesuatu yang tidak/belum pernah kita lihat di dunia ini. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Azza wa Jalla berfirman, “Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas oleh pikiran.” (HR. Bukhari dan Muslim) Setelah mengetahui sifat fisik dan akhlak bidadari, maka bukan berarti bidadari lebih baik daripada wanita surga. Sesungguhnya wanita-wanita surga memiliki keutamaan yang sedemikian besar, sebagaimana disebutkan dalam hadits, “Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Dan lagi, seorang manusia telah Allah ciptakan dengan sebaik-baik rupa, “Dan manusia telah diciptakan dengan sebaik-baik rupa.” (Qs. At-Tiin: 4) Dari Ummu Salamah radhiyallahu anha, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?” Beliau shallallahu’alaihi wa sallam menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.” Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?” Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.” (HR. Ath Thabrani) Subhanallah. Betapa indahnya perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebuah perkataan yang seharusnya membuat kita, wanita dunia, menjadi lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh untuk menjadi wanita shalihah. Berusaha untuk menjadi sebaik-baik perhiasan. Berusaha dengan lebih keras untuk bisa menjadi wanita penghuni surga.. Nah, tinggal lagi, apakah kita mau berusaha menjadi salah satu dari wanita penghuni surga? Maraji’: Mukhtashor Hadil al-Arwah ila Bilad al-Afrah (Tamasya ke Surga) (terj), Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah. ***
Artikel muslimah.or.id
Sabtu, 30 Januari 2010
Berlebihan dalam bergaul adalah penyakit parah yang menyebabkan segala maksiat. Berapa banyak kenikmatan yang dihilangkan oleh percampuran dan pergaulan? Berapa banyak permusuhan yang ditanamkan oleh pergaulan? Berapa banyak pergaulan menanamkan di dalam hati pengaruh-pengaruh yang dapat menghancurkan gunung yang kukuh, sedangkan pengaruh tersebut di dalam hati tidak dapat hilang?
Maka, di dalam pergaulan yang berlebihan terdapat kerugian dunia dan akhirat. Hendaknya seorang hamba hanya mengambil pergaulan sekadar kebutuhan dan menjadikan manusia di dalam pergaulan itu menjadi empat bagian. Bila salah satu bagian bercampur dengan bagian lainnya dan tidak membedakan bagian-bagian itu, maka akan masuk kepadanya kejahatan.
Pertama, teman bergaul itu laksana makanan, tidak mungkin bisa ditinggalkan pada waktu siang dan malam. Apabila ia telah mengambil kebutuhannya dari orang itu, ia akan meninggalkan pergaulan dengannya. Apabila ia membutuhkannya lagi, maka ia akan kembali padanya, begitu seterusnya. Orang macam ini lebih kuat dari api yang merah. Mereka itu adalah para ulama yang tahu tentang Allah dan perintah-Nya, tipuan-tipuan musuh-Nya, penyakit-penyakit hati dan obat-obatnya. Bergaul dengan kelompok ini membawa keuntungan yang sebesar-besarnya.
Kedua, teman bergaul itu laksana obat. Yaitu, yang dibutuhkan ketika datang penyakit. Maka, selama engkau sehat, engkau tidak perlu bergaul dengannya. Mereka itu adalah orang-orang yang tidak boleh tidak, pasti kamu bergaul dengannya dalam kemaslahatan kehidupan. Mereka adalah orang-orang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau orang yang dibutuhkan dalam macam-macam hubungan pekerjaan, hubungan sosial, bermusyawarah dan pengobatan dan lain-lainnya. Apabila engkau telah menyelesaikan kebutuhanmu dari bergaul dengan kelompok ini, maka akan ada kelompok ketiga.
Ketiga, mereka adalah orang yang bergaul dengannya bagaikan penyakit dengan berbagai macam tingkatan, bentuk, kekuatan dan kelemahannya. Di antara mereka ada yang bergaul dengannya bagaikan penyakit yang ganas dan penyakit menahun. Teman seperti ini tidak memberikan keuntungan baik dalam agama maupun dalam kehidupan dunia. Malah, jika engkau bergaul dengannya, engkau akan merugi dalam agama dan dunia atau salah satu dari keduanya. Orang macam ini, jika engkau bergaul dengannya dan berhubungan erat denganmu, maka ia bagaikan penyakit kematian yang sangat mengerikan.
Di antara mereka ada yang bagaikan penyakit gigi, sangat menyiksamu. Jika ia meninggalkan kamu, maka rasa sakitnya akan hilang. Ada juga teman bergaul yang seperti penyakit demam. Yaitu, orang yang berat bicara dan dibenci pikirannya. Dia adalah orang yang tidak baik pembicaraannya sehingga engkau dapat mengambil manfaat (dari pembicaraannya). Dia tidak pandai mendengarkan sehingga ia dapat mengambil manfaat darimu. Dia tidak mengetahui dirinya, sehingga ia metelakkannya sesuai posisinya.
Bahkan, kalau berbicara, maka bicaranya seperti tongkat, memukul hati para pendengar. Sedangkan, ia merasa bangga dan senang dengan perkatannya. Maka, dia bagaikan mengeluarkan kentut dari mulutnya setiap kali berbicara. Sedangkan, dia menyangka bahwa ia bagaikan parfum yang mengharumkan majelis. Apabila dia diam, maka ia lebih berat dari setengah penggilingan padi yang besar yang tidak kuat di bawa atau ditarik di atas tanah.
Imam Syafi’i berkata, “Tidak ada seorangpun yang duduk di sampingku dari orang yang berat kecuali aku dapatkan di sisi tempat ia berada lebih rendah dari sisi yang lain.” Suatu hari aku melihat di sisi syaikh kami (Ibn Taimiyah -guru Ibnul Qoyyim) seorang dari jenis ini. Syaikh membawanya, sedangkan saya sudah melemah kekuatanku untuk membawanya. Maka, syaikh menoleh kepadaku dan berkata, ‘Mempergauli orang yang berat bagaikan demam empat (demam yang datang setiap hari keempat). Akan tetapi, ruh kita telah kecanduan penyakit demam. Sehingga, sudah menjadi kebiasaannya.’ Atau sebagaimana yang ia katakan.”
Secara umum, mempergauli penentang demam bagi ruh adalah perkara yang terhamparkan dan mesti ada. Barangsiapa yang dunia tidak berpihak kepadanya, yaitu dengan diuji dengan satu orang semacam ini, maka dia tidak harus mempergauli dan mencampurinya. Hendaklah ia bergaul dengan orang jenis ini dengan baik sehingga Allah menjadikan baginya jalan keluar.
Keempat, teman bergaul yang hanya akan mendatangkan kebinasaan bagaikan memakan racun. Jika kebetulan menemaninya, maka hendaklah ia makan penawar racun. Kalau diberikan taufik akan mendapatkan obat yang menyelamatkan dari racun ini, yaitu seorang teman yang shalih yang akang menyelamatkan dari musibah ini. Kalau tidak (mendapatkan teman yang shalih), maka lebih baik di-ta’ziyah (karena kebinasaannya). Alangkah banyaknya orang macam ini di kalangan manusia, semoga Allah tidak meperbanyak orang macam ini. Mereka itu adalah ahli bid’ah dan kesesatan. Mereka adalah orang-orang yang menentang sunnah Rasulullah bahkan menyerukan kepada yang sebaliknya. Mereka adalah orang-orang yang mencegah dari jalan Allah dan mengharapkannya bengkok. Maka, mereka menjadikan bid’ah menjadi sunnah dan menjadikan sunnah mejadi bid’ah. Mereka menjadikan yang ma’ruf menjadi munkar dan menjadikan yang munkar menjadi ma’ruf.
Jika kamu sucikan tauhid diantara mereka, mereka mengatakan, “Kamu mencela kemuliaan para wali dan orang-orang saleh”. Jika kamu murnikan ittiba’ mengikuti Rasulullah, mereka berkata, “Kamu telah memusnahkan para ulama yang patut diikuti.” Jika kamu menyifatkan Allah dengan sifat-sifat yang Allah sifatkan dirinya sendiri dan sifat-sifat yang disifatkan oleh Rasulullah tanpa berlebihan dan kekurangan, mereka mengatakan, “Kamu adalah orang-orang musyabbihin (yang menyerupakan Allah).”
Jika kamu memerintahkan sesuai dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan dari perbuatan baik dan kamu melarang sesuai dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya larang dari perbuatan munkar, maka mereka mengatakan, “Kamu adalah orang-orang yang terkena fitnah”. Jika kamu mengikuti sunnah dan meninggalkan yang bertentangan dengannya, maka mereka mengatakan, “Kamu termasuk orang-orang ahli bid’ah yang menyesatkan”.
Apabila kamu memutuskan tali keduniaan karena hanya beribadah menuju Allah dan kamu tinggalkan mereka berkubang dalam bangkai dunia, maka mereka mengatakan, “Kamu adalah termasuk orang-orang yang terkacaukan”. Jika kamu meninggalkan apa yang telah kamu kerjakan dan kamu mengikuti hawa nafsu mereka, maka kamu di sisi Allah termasuk orang-orang yang merugi dan di sisi mereka termasuk orang-orang yang munafik.
Pegangan yang terkuat adalah hanya dengan mencari keridhaan Allah dan Rasul-Nya dengan cara membuat marah mereka. Jangan pedulikan teguran-teguran dan cacian-cacian mereka. Jangan hiraukan celaan dan kebencian mereka. Karena itu adalah inti dari kesempurnaanmu, sebagaimana dikatakan dalam syair.
Dan apabila datang pencelaanku dari orang-orang yang kurang, maka itu adalah saksi sesunnguhnya aku yang lebih baik.
Dan sungguh menambahkan kecintaanku kepada diriku, bahwa diriku dibenci oleh orang yang tidak berguna.
Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada junjuan kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta keluarganya dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan biak sampai hari pembalasan.
Dikutip dari kitab Tafsir Surah Mu’awadzatain, Surat Al-Falaq dan An-Naas Melindungi dari Kejahatan Jin dan Manusia, Imam Ibnu Al-Qoyyim Al-Jauziyah, Akbar,2002
***
Artikel muslimah.or.id
Senin, 30 November 2009
ini gambar tim yang terdiri dari anak-anak yang bertugas menimbang daging qurban.... alhamdulillah sekolah nuurul qur'an yang berdomisili di Ciangsana setiap tahunnya kami mengadakan pemotongan hewan kurban yang dilaksanakan Madrasah Nuurul qur'an, daging-daging hewan kurban tersebut berasal dari anak-anak sekolah yang mereka menabung setiap harinya, para guru-guru, orang tua wali murid, warga sekitar, juga orang-orang yang mempercayakan pemotongan hewan qurbannya disekolah nuurul qur'an ini... Dalam setiap pemotongan hewan qurban kami melibatkan semua anak murid juga para ibu dan bpk guru, dan masing-masing kami semua mendapatkan tugas nya... Seperti tugas nya ada yang sebagai tim timbang besar, timbang kecil, menguliti, mencacah, sampai distribusi, disini kami harus kompak untuk bisa menyelesaikan semua pemotongan hewan qurban dalam seharian.
Rabu, 11 November 2009
Rabu, 28 Oktober 2009
Sabtu, 24 Oktober 2009
Menjadi madrasah yang istiqomah mengajarkan ilmu syar’I dan ilmu dunia kepada siswa-siswinya sehingga melahirkan generasi yang beriman dan bertaqwa yang mempunyai bekal untuk akherat dan dunianya.
Misi :
1. Melaksanakan model pendidikan yang menggabungkan ilmu-ilmu syar’I dan ilmu dunia
2. Secara aktif mengamalkan dan mempraktekkan Al-Qur’an dan As Sunnah kedalam
kehidupan sehari-hari sehingga menjadi umat yang beriman dan bertaqwa (QS. Ali Imran ayat 133-139)
Tujuan:
1. Mengarahkan siswa-siswinya menjadi Generasi Rabbani yaitu umat yang insya Allah sempurna ilmu dan taqwanya kepada Allah subhanahuwata’ala (QS. Ali Imran ayat 79).
2. Memperkenalkan dan mengajarkan pemahaman AL-Qur’an dan As Sunnah sertamempraktekkannya sejak usia remaja (QS. Maryam ayat 12-15).
3. Memberikan pendidikan gratis yang berkualitas kepada seluruh peserta didiknya
dengan mengutamakan kepada kaum dhuafa.
4. Membantu pemerintah dalam mencapai program wajib belajar 9 tahun.
Kurikulum :
Madrasah Nuurul Qur’an berkomitmen menjadikan Al-Qur’an dan As Sunnah sebagai sandaran utama disemua mata pelajaran yang diajarkan. Baik ilmu syar’I maupun ilmu dunia.Sekaligus menggabungkan kurikulum yang dikeluarkan oleh Departemen Agama dan KTSP 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran ) yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan.Secara umum mata pelajaran yang diajarkan sama dengan mata pelajaran sekolah umum yang sederajat. Yang membedakan adalah muatan syar’I yaitu teori-teori Allah dan Rasulnya menduduki prioritas utama. Allah berfirman di QS Shaad ayat 45-46. “ Dan ingatlah hamba-hamba kami, Ibrahim, Ishaq, dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya kami telah mensucikan mereka dengan menganugrahkan kepada mereka akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan manusia kepada negeri akherat”. Allah juga berfirman di QS An Naml ayat 84 bahwa Ilmu yang paling Tinggi adalah Ilmu Allah”…. Apakah kamu telah mendustakan ayat-ayatKu, padahal ilmu kamu tidak meliputinya…”
Tenaga Pendidik:
Madrasah Nuurul Qur’an menggunakan konsep yang berbeda dalam merekrut tenaga pendidiknya. Dengan komitmen memberikan pendidikan gratis yang bekualitas maka konsep yang kami tawarkan kepada tenaga pendidik adalah menawarkan lading amal. Madrasah Nuurul Qur’an menjadi wadah untuk tenaga pendidik mengeluarkan zakat ilmu mereka, Alhamdulillah dengan konsep ini kami mendapatkan tenaga pendidik yang beragam.
Berasal dari berbagai macam anggota masyarakat dengan latar belakang kailmuan yang beragam, mereka adalah orang-orang yang mengabdikan dirinya untuk kepentingan kemanusiaan berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah yang dipahami oleh Salafus shalih.
Sabtu, 11 Juli 2009
Cinta Dunia
Di sebutkan dalam Jami’At-Tarmidzi hadits dari Abu Hurairah r.a dari Nabi Muhammah saw bersabda :Allah Tabarak wa ta’ala berfirman : ‘Hai anak Adam, berilah tumpuan beribadah kepada-Ku, niscaya Aku memenuhi dadamu dengan kekayaan, dan menutupi kemiskinanku. Jika engkau tidak melakukannya, Aku memenuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak menutup kemiskinanmu.” (Diriwayatkan At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)
Termasuk siksa dunia yakni kesibukan hati dan badan menanggung siksa dunia, bersaing dengan manusia dalam meperebutkan dunia, dan memusuhi mereka, seperti dikatakan salah seorang dari generasi salaf,” Barangsiapa mencintai dunia, hendaklah menyiapkan dirinya untuk menanggung banyak musbah.”
Pecinta dunia tidak pernah terlepas dari tiga perkara: 1. Galau yang selalu berlaku 2. Kelelahan yang berkepanjangan 3. Kerugian yang tidak berakhir
Para pecinta dunia mendapatkan sesuatu, pasti jiwanya berhasrat mendapatkan sesuatu yang lebih besar lagi seperti disebutkan dalam hadits shahih dari nabi Muhammad saw yang bersabda: “ Jika anak Adam memiliki dua lembah berisi harta, pasti menginginkan lembah ketiga.”(Diriwayatkan Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi dan Ahmad)
Jika anda ingin tahu penderitaan pemilik dunia, cobalah renungkan keadaan seorang kekasih idaman hatinya. Setiap kali ia bermaksud mendekat kepada kekassihnya, justru kekasihnya menjauh daripadanya, tidak menetap cintanya, mendiamkannya dan musuh datang kepadanya. Bersama kekasihnya, ia merasakan kehidupan yang sangat memenatkan. Ia memilih mati demi kekasihnya, padahal kekasihnya jarang sekali menepati janji, tidak peduli, memiliki kekasih-kekasih idaman lain, dan seringkali bergantian haluan seperti srigala. Bersamanya, ia mendapatkan keamanan dalam dirinya dan hartanya.
Meskipun begitu, ia tidak memiliki kesabaran darinya, tidak mendapatkan jalan kepada hiburan yang menghiburnya, dan ikatan yang selalu boleh bersama dengannya Jika seorang perindu tidak memiliki penderitaan lain selain penderitaan di atas, maka penderitaan diatas sudah cukup. Bagaimana jika ia dijauhkan dari semua kelezatan dan ia tersiksa oleh kesenangan yang menyibukkannya dari berusaha mencari bekal dan kemaslahatan masa depannya di akherat?
Bahwa barangsiapa mencintai sesuatu selain Allah, cintanya bukan untuk Allah, dan ia tidak menggunakan sesuatu tersebut untuk taat kepada Allah Ta’ala, maka Allah menyiksanya dengannya di dunia sebelum hari kiamat, seperti dikatakan dalam syair: “Engkau menjadi korban oleh apa saja yang engkau cintai. Oleh karena itu, pilih untuk dirimu siapa yang engkau pilih di udara.” Pada hari kiamat, Hakim Yang Maha Adil menghakimi semua orang yang mencintai sesuatu di dunia, dengan memberinya nikmat atau siksa. Oleh karena itu, Allah berfirman: “Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata : Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalam bersama-sama Rasul. Kemalangan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu kawan akrab. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari jalan al-Qur’an. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.”(Al-Furqan: 27-29)
Bahwa barangsiapa mencintai sesuatu selain Allah swt, ia akan mendapatkan kerugian dan apa yang dicintainya baik yang dicintainya masih ada atau hilang. Jika apa uang dicintai sudah tidak ada lagi, ia di siksa dengan tidak adanya sesuatu yang dicintainya tersebut. Ia menderita sesuai dengan besar kecilnya ketergantungan hatinya dengannya.
Jika yang dicintainya masih ada, sebelum ia mendapatkannya ia sudah menderita, ia lelah setelah mendapatkannya dan rugi ketika hal tersebut hilang dari dirinya. Itu semua lebih besar daripada kenikmatan yang ia rasakan
“Dunia itu terkutuk dan terkutuk pula apa saja yang ada didalamnya kecuali zikir kepada Allah dan apa saja yang berpihak kepada Allah.”(Diriwayatkan At-Tirmidzi) Sumber : Mutiara Amaly
Kamis, 09 Juli 2009
sering-seringlah mengingat kematian....
Umar Ibnul Khaththab, mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, "sering-seringlah kalian ingat akan sesuatu yang dapat melenyapkan kenikmatan-kenikmatan ini". Ya Rasulullah, apa itu sesuatu yang melenyapkan kenikmatan-kenikmatan itu?" Beliau menjawab, "Kematian".
"Ketika kami sedang duduj bersama Rasulullah, tiba-tiba muncul seorang sahabat Anshar. Setelah mengucap salam kepada beliau, ia bertanya,"Rasulullah, siapakah orang mukmin yang terbaik itu?" Beliau menjawab, "yang paling baik akhlaknya". Ia bertanya,"Siapakah orang yang paling pintar?" Beliau menjawab, "Yang paling sering ingat kematian dan yang punya persiapan terbaik untuk menyambut kematian apa yang terjadi sesudahnya. Mereka itulah orang yang paling pintar"(ath-Thabrani dan Ibnu Majah)
Rasulullah memberitahukan,"Orang pintar ialah orang yang mau mengoreksi dirinya sendiri dan bernama untuk kepentingan akherat nanti. Dan orang lemah ialah orang yang mengikuti hawa nafsunya, tetapi berharap-harap terhadap Allah."(at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan ath-Thabrani)
"Sering-seringlah mengingat kematian, karena sesungguhnya hal itu bisa membersihkan dosa-dosa dan dapat membuat bersikap zuhud terhadap dunia". (HR.Tirmidzi)
Amirul mukminin Umar ibnul Khaththab sering membaca bait-bait syair ini, " Tidak ada sesuatu pun yang kamu lihat gemerlap itu abadi karena yang abadi hanyalah Tuhan harta dan anak-anakmu akan lenyap Harmuz pada suatu hari pernah tidak membutuhkan simpanan kekayaannya.Kaum 'Aad sudah pernah ingin abadi, tetapi gagal. Begitupula dengan Sulaiman sang pengendali angin, manusia dan jin Mana raja yang dulu pernah paling berjaya di muka bumi?Di akherat kelak semua akan tunduk dan tak mampu berbohog.
Kehidupan tidak lepas dari suka dan duka, atau nikmat dan penderitaan. Ketika berduka dan menderita, mengingat, kematian membantu mempermudah menghadpinya, karena apa yang dialami itu tidak akan abadi. Ketika sedang dalam keadaan suka mengenyam nikmat, mengingat kematian membuat tidak tertipu oleh kenikmatan-kenikmatan yang tengah ia rasakan. Kematian tidak terikat umur tertentu, waktu tertentu. Al-Hasan Al-Basri rahimaullahu berkata,,"Tidaklah hati seorang hamba sering mengingat kematian melainkan dunia terasa kecil dan tiada berarti baginya. Dan semua yang ada di atas dunia ini hina baginya."
Yazid ar-Raasyi pernah berkata pada dirinya sendiri, "Yazid, yazid. Celaka, kamu! setelah kamu nanti tiada siapa yang mau shalat atas namamu? dan siapa yang bersedia memintakan keridhaan Allah atas namamu?" Selanjutnya ia mengarakan, "Wahai manusia, kenapa kalian tidak mengangis meratapi sisa hidup kalian yang tinggal tidak berapa lama lagi? Kalian akan dijemput sang maut, dan ditunggu kubur yang beralaskan tanah dan bertemankan cacing-cacing". Merasa dicekam oleh rasa takut yang luar biasa, Yazid pun menangis lalu jatuh pingsan.
Kata at-Taimi,"Ada dua hal yang pasti akan melenyapkan kematian dunia dariku. Yakni, ingat kematian, dan juga ketika berada di hadapan Allah Ta'la. Jiks Sufyan ats-Tsauri sedang mengingat kematian, selama berhari-hari ia kelihatan sangat bersedih. Wajahnya tampak murung, setiap kali ditanya tentang sesuatu ia hanya menjawab, "Saya tidak tahu, saya tidak tahu."
Kematian adalah janji yang pasti aka ditepati. Kematian adalah hakim yang adil, kematian adalah luka, kematian adalah membuat mata mengangis, kematian mengakibatkan perpisahan, kematian akan melenyapkan kenikmatan-kenikmatan. Dan kematian memutuskan harapan serta angan-angan. "Dan Hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat)." (Al-Hasr :18)
Al-Hafifzh Ibnu Katsir Ra menerangkan,"Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan lihatlah ama shalih apa yang telah kalian tabung untuk diri kalian sebagai bekal di hari kebangkitan dan hari diperhadapkannya kalian kepada Rabb kalian". Tiada yang melibihi dahsyatnya kematian bagi seorang selain sesudah kematian itu sendiri. Tak ada pilihan lain, surga atau neraka. Saat memilihnya adalah sekarang bagaimana menjalani kehidupan di dunia inilah, penetu kelak... Sumber : MA ( Mutiara AmalY)












