Di sebutkan dalam Jami’At-Tarmidzi hadits dari Abu Hurairah r.a dari Nabi Muhammah saw bersabda :Allah Tabarak wa ta’ala berfirman : ‘Hai anak Adam, berilah tumpuan beribadah kepada-Ku, niscaya Aku memenuhi dadamu dengan kekayaan, dan menutupi kemiskinanku. Jika engkau tidak melakukannya, Aku memenuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak menutup kemiskinanmu.” (Diriwayatkan At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)
Termasuk siksa dunia yakni kesibukan hati dan badan menanggung siksa dunia, bersaing dengan manusia dalam meperebutkan dunia, dan memusuhi mereka, seperti dikatakan salah seorang dari generasi salaf,” Barangsiapa mencintai dunia, hendaklah menyiapkan dirinya untuk menanggung banyak musbah.”
Pecinta dunia tidak pernah terlepas dari tiga perkara: 1. Galau yang selalu berlaku 2. Kelelahan yang berkepanjangan 3. Kerugian yang tidak berakhir
Para pecinta dunia mendapatkan sesuatu, pasti jiwanya berhasrat mendapatkan sesuatu yang lebih besar lagi seperti disebutkan dalam hadits shahih dari nabi Muhammad saw yang bersabda: “ Jika anak Adam memiliki dua lembah berisi harta, pasti menginginkan lembah ketiga.”(Diriwayatkan Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi dan Ahmad)
Jika anda ingin tahu penderitaan pemilik dunia, cobalah renungkan keadaan seorang kekasih idaman hatinya. Setiap kali ia bermaksud mendekat kepada kekassihnya, justru kekasihnya menjauh daripadanya, tidak menetap cintanya, mendiamkannya dan musuh datang kepadanya. Bersama kekasihnya, ia merasakan kehidupan yang sangat memenatkan. Ia memilih mati demi kekasihnya, padahal kekasihnya jarang sekali menepati janji, tidak peduli, memiliki kekasih-kekasih idaman lain, dan seringkali bergantian haluan seperti srigala. Bersamanya, ia mendapatkan keamanan dalam dirinya dan hartanya.
Meskipun begitu, ia tidak memiliki kesabaran darinya, tidak mendapatkan jalan kepada hiburan yang menghiburnya, dan ikatan yang selalu boleh bersama dengannya Jika seorang perindu tidak memiliki penderitaan lain selain penderitaan di atas, maka penderitaan diatas sudah cukup. Bagaimana jika ia dijauhkan dari semua kelezatan dan ia tersiksa oleh kesenangan yang menyibukkannya dari berusaha mencari bekal dan kemaslahatan masa depannya di akherat?
Bahwa barangsiapa mencintai sesuatu selain Allah, cintanya bukan untuk Allah, dan ia tidak menggunakan sesuatu tersebut untuk taat kepada Allah Ta’ala, maka Allah menyiksanya dengannya di dunia sebelum hari kiamat, seperti dikatakan dalam syair: “Engkau menjadi korban oleh apa saja yang engkau cintai. Oleh karena itu, pilih untuk dirimu siapa yang engkau pilih di udara.” Pada hari kiamat, Hakim Yang Maha Adil menghakimi semua orang yang mencintai sesuatu di dunia, dengan memberinya nikmat atau siksa. Oleh karena itu, Allah berfirman: “Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata : Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalam bersama-sama Rasul. Kemalangan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu kawan akrab. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari jalan al-Qur’an. Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia.”(Al-Furqan: 27-29)
Bahwa barangsiapa mencintai sesuatu selain Allah swt, ia akan mendapatkan kerugian dan apa yang dicintainya baik yang dicintainya masih ada atau hilang. Jika apa uang dicintai sudah tidak ada lagi, ia di siksa dengan tidak adanya sesuatu yang dicintainya tersebut. Ia menderita sesuai dengan besar kecilnya ketergantungan hatinya dengannya.
Jika yang dicintainya masih ada, sebelum ia mendapatkannya ia sudah menderita, ia lelah setelah mendapatkannya dan rugi ketika hal tersebut hilang dari dirinya. Itu semua lebih besar daripada kenikmatan yang ia rasakan
“Dunia itu terkutuk dan terkutuk pula apa saja yang ada didalamnya kecuali zikir kepada Allah dan apa saja yang berpihak kepada Allah.”(Diriwayatkan At-Tirmidzi) Sumber : Mutiara Amaly










